Will Smith
(WPAP By ian.yhani@yahoo.co.id)
Bagi anda yang menjalani masa – masa remaja sekitar tahun 80an, mungkin mengenal dengan baik majalah remaja yang cukup terkenal saat itu, yaitu majalah HAI. Majalah ibukota yang terkenal itu, setiap minggunya menampilkan ilustrasi tokoh pesohor dengan tampilan yang cukup mendobrak. Ilustrasi tokoh terkenal itu berbentuk kotak-kotak, dengan tampilan warna yang beragam tapi membentuk kesatuan yang menarik dan tidak merubah karakter wajah dari tokoh tersebut.
Gaya Ilustrasi seperti itulah yang menjadi cikal bakal WPAP, terobosan baru seni lustrasi di Indonesia.
WEDHA ABDUL ROSYID
(WPAP By ian.yhani@yahoo.co.id)
APA ITU WPAP?
WPAP adalah singkatan dari WEDHA’S POP ART PORTRAIT. Suatu seni ilustrasi gaya WEDHA. Nama Wedha sendiri diambil dari nama illustrator majalah Hai, yaitu WEDHA ABDUL ROSYID, beliau yang lahir pada tanggal 10 Maret tersebutlah yang menemukan ide gaya ilustrasi ini.
Dalam WPAP, gambar wajah/ poto dibuat berkotak – kotak, kemudian diberikan komposisi warna yang terkadang terkesan saling tumpang tindih dan berseberangan, tapi menjadi satu kesatuan yang memberikan nilai seni tersendiri, dan tetap menarik untuk dinikmati. Inilah yang menjadi hal unik dalam seni ilustrasi WPAP.
Proses pembuatannya memang menggunakan tehnik menjiplak (TRACING), namun tracing yang disajikan adalah tracing yang kreatif, artinya tidak melulu apa yang terdapat pada gambar tersebut.
Karena yang diilustrasikan adalah gambar wajah, kemiripan menjadi hal penting dan mutlak harus dalam karya seni ini.
Sasmita Laila Kurniasari
(WPAP By ian.yhani@yahoo.co.id)
IDE AWAL WPAP.
Sebagai illustrator majalah terkenal, Wedha saat itu cukup banyak dikagumi dengan karya ilustrasinya. Sosok rekaan karya Harry Wijaya yang berhasil divisualkan oleh wedha adalah LUPUS. Saat itu, karakter Lupus benar-benar menjadi sosok yang sangat dikenal dan diidolakan oleh para remaja. Peran wedha sebagai illustrator Lupus, tentunya mempunyai andil tidak sedikit.
Sayang, dengan bertambahnya usia, Wedha mengalami gangguan penurunan pada penglihatannya, sedangkan tugas membuat ilustrasi sosok pesohor yang menjadi berita utama majalah tetap harus dijalankan. Hal itulah yang membuat wedha untuk membuat ilustrasi dengan menyesuaikan daya penglihatannya. Dan lahirlah ide membuat ilustrasi dengan gaya kotak-kotak yang sangat apik itu.
Pertama kali kemunculannya, banyak yang terkagum-kagum dengan gaya ini. Betapa tidak, wajah tokoh terkenal dibuat berkotak-kotak dengan ragam warna yang berkesan tumpang tindih, tetapi tidak merubah karakter wajah tokoh itu. Respon yang muncul adalah rasa penasaran bagaimana proses pembuatannya. Ada juga yang bingung untuk menentukan aliran apakah gaya ilustrasi ini, kubisme, mozaikisme atau apa lagi. Wedha sendiri pernah menyebut ini sebagai FOTO MARAK BERKOTAK (FMB).
Sehingga akhirnya muncullah sebutan dengan nama WPAP (WEDHA’S POP ART PORTRAIT), pop art potret gaya wedha. Beberapa permerhati seni berpendapat seni ilustrasi WPAP ini mereka sebut juga sebagai aliran WEDHAISME. Aliran seni rupa yang ide awalnya ditemukan oleh wedha, seorang putra bangsa Indonesia.
Logo Baru WPAP
KOMUNITAS WPAP.
Seiring perkembangan teknologi desain grafis, seni rupa WPAP ini semakin tereksplorasi. Kalau awalnya Wedha membuatnya secara manual, gambar/ foto ditrace dengan kertas kalkir, sekarang dapat diproses dengan komputer tanpa meninggalkan sisi kreatifitasnya.
Saat ini didunia maya telah terbentuk satu komunitas untuk penggemar dan praktisi ilustrasi gaya ini. Dalam waktu yang cukup singkat, jumlah anggota telah mencapai ratusan dari berbagai wilayah. Beberapa kali komunitas ini telah mengadakan pameran dan bulan januari ini mengadakan pameran di Gandaria City – Jakarta Selatan. Acungan jempol pantas diacungkan untuk komunitas ini.
Untuk anda yang ingin mengenal lebih jauh tentang WPAP ini, bisa kunjungi di www.wpapcommunity.com.
Semoga bermanfaat buat para pembaca.
( dari berbagai sumber).








0 komentar:
Posting Komentar